<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Just Another Story of Me...</title>
	<atom:link href="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id</link>
	<description>Realita Data Mining &#38; Data Warehousing...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 09 Jan 2010 08:51:44 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.4</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Peneliti: 48 Persen Minuman Soda Mengandung Bakteri Tinja</title>
		<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2010/01/09/peneliti-48-persen-minuman-soda-mengandung-bakteri-tinja/</link>
		<comments>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2010/01/09/peneliti-48-persen-minuman-soda-mengandung-bakteri-tinja/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Jan 2010 08:51:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninankara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[bakteri]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[soda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninankara.blog.ugm.ac.id/?p=94</guid>
		<description><![CDATA[artikel berikut saya kutip dari milis AMPL
[Nurul Ulfah - detikHealth]
Virginia, Semakin banyak saja alasan untuk tidak mengonsumsi minuman soda. Kali ini peneliti mengungkapkan fakta horor tentang minuman soda. Hampir 48 persen minuman soda yang berasal dari tempat-tempat fast food atau cepat saji mengandung bakteri yang banyak terdapat pada tinja.
Bakteri tersebut awalnya berkembang dari kran minuman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>artikel berikut saya kutip dari milis AMPL</p>
<p><strong><strong>[Nurul Ulfah</strong></strong> - detikHealth]</p>
<p><strong><strong>Virginia,</strong></strong> Semakin banyak saja alasan untuk tidak mengonsumsi <a rel="nofollow" href="http://health.detik.com/read/2009/09/01/162413/1194162/766/bahaya-di-balik-minuman-soda-berlabel--nol-kalori-" target="_blank"><strong><strong>minuman soda</strong></strong></a>. Kali ini peneliti mengungkapkan fakta horor tentang minuman soda. Hampir 48 persen minuman soda yang berasal dari tempat-tempat<em><em> fast food </em></em>atau cepat saji mengandung bakteri yang banyak terdapat pada tinja.</p>
<p>Bakteri tersebut awalnya berkembang dari kran minuman soda yang jarang dibersihkan. Bisa dibayangkan jika bakteri yang menempel pada kran minuman soda itu masuk dan berkembang dalam tubuh manusia. Alhasil, diare, sakit perut, keracunan dan penyakit pencernaan lainnya pun bisa mengancaman kesehatan.</p>
<p>Para ahli mikrobiologi dari Hollins University mengumumkan hasil penemuan tersebut dalam <em><em>International Journal of Food Microbiology.</em></em><em><br />
</em><br />
Mereka melaporkan bahwa bakteri coliform yang banyak terdapat dalam feses terdeteksi sebanyak 48 persen pada minuman soda dan hasil mikroskop menunjukkan jumlah bakterinya lebih besar dari 500 cfu/ml. Jumlah yang cukup untuk menyebabkan usus menghasilkan reaksi yang tidak nyaman.</p>
<p>Lebih dari 11 persen minuman yang dianalisa adalah bakteri coliform <em><em>Escherichia coli </em></em>(E. Coli) dan 17 persennya adalah<em><em> Chryseobacterium meningosepticum</em></em>. Beberapa bakteri patogen lainnya yang terdapat dalam minuman soda antara lain <em><em>Klebsiella, Staphylococcus, Stenotrophomonas, Candida dan Serratia.</em></em></p>
<p>Fakta lainnya yang lebih mengejutkan adalah, hampir semua bakteri yang teridentifikasi tersebut menunjukkan resistensi atau kekebalan terhadap 11 jenis antibiotik yang diujikan peneliti.</p>
<p>Peneliti juga melaporkan peningkatan kasus penyakit &#8216;gastric distress&#8217; atau penyakit gangguan pencernaan pada beberapa orang yang mengonsumsi minuman soda dari restoran cepat saji.</p>
<p>Meskipun beberapa tempat makan <em><em>fast food</em></em> sudah memiliki sertifikat aman dari perusahaan auditor atau penjamin kesehatan, namun banyak diantaranya yang tidak melakukan update sertifikasi selama beberapa tahun.</p>
<p>&#8220;Hal ini semakin meyakinkan bahwa mengonsumsi minuman soda tidak aman. Lebih banyak bahaya yang akan didapatkan daripada keuntungan mengonsumsinya,&#8221; ujar seorang peneliti seperti dikutip dari<em><em> Treehugger,</em></em> Jumat (8/1/2010).(<strong><strong>fah/ir</strong></strong>)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2010/01/09/peneliti-48-persen-minuman-soda-mengandung-bakteri-tinja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>219</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Klarifikasi UAS DWDM&#8230;</title>
		<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2010/01/08/klarifikasi-uas-dwdm/</link>
		<comments>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2010/01/08/klarifikasi-uas-dwdm/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 10:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninankara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Data Mining & Data Warehousing]]></category>
		<category><![CDATA[uas dwdm]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninankara.blog.ugm.ac.id/?p=90</guid>
		<description><![CDATA[kita sama2 tau klo pada ga mudeng tugasnya DWDM to
hahahaha&#8230;
nih, kejelasan dari pak prastowo&#8230;mohon izin ngutip pak&#8230;:-D
&#8220;Faktor utama penentu nilai adalah kesinambungan artikel-artikel tersebut&#8221;
jawabannya:

Buat seperti buku. Masing-masing karya tulis tugas menjadi bab. Apabila
sifat contentnya sangat erat berhubungan, masukkan sebagai sub-bab.
Adanya &#8220;sambungan&#8221; tidak penting, namun apabila menceritakan sesuatu
yang sama hanya beda faktor yang dibahas, pastikan pembahasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>kita sama2 tau klo pada ga mudeng tugasnya DWDM to</p>
<p>hahahaha&#8230;</p>
<p>nih, kejelasan dari pak prastowo&#8230;mohon izin ngutip pak&#8230;:-D</p>
<p><span style="font-family: Tahoma;color: black;font-size: xx-small"><span style="font-size: 13px" dir="ltr">&#8220;Faktor utama penentu nilai adalah kesinambungan artikel-artikel tersebut&#8221;</span></span></p>
<p><span style="font-family: Tahoma;color: black;font-size: xx-small"><span style="font-size: 13px" dir="ltr">jawabannya:<br />
</span></span></p>
<p><em><strong><span style="font-family: monospace"><span style="font-size: 120%">Buat seperti buku. Masing-masing karya tulis tugas menjadi bab. Apabila<br />
sifat contentnya sangat erat berhubungan, masukkan sebagai sub-bab.<br />
Adanya &#8220;sambungan&#8221; tidak penting, namun apabila menceritakan sesuatu<br />
yang sama hanya beda faktor yang dibahas, pastikan pembahasan itu<br />
konsisten. Contoh bisa ada bab yang membicarakan aplikasi internet. ada<br />
bab lain tentang belanja TIK. Bila dikedua bab tersebut berbicara<br />
tentang jumlah penduduk, jumlah pengguna internet, total bandwidth dan<br />
sebagainya, pastikan angka-angkanya konsisten.</span></span></strong></em></p>
<p><em><strong>Konsisten ini menunjukkan bahwa anda membaca kalaupun contentnya<br />
mengutip dari blog orang lain. Lha kalau isinya kutipan semua dan tidak<br />
ada kesesuaian angka satu sama lain kan kurang bagus secara keseluruhan. (prastowo@ugm.ac.id)<br />
</strong></em></p>
<p><span style="font-family: tahoma"><span style="font-size: 13px">Begitulah tanggapan dari beliau..semoga membantu <img src='http://ninankara.blog.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </span></span></p>
<p><span style="font-family: tahoma"><span style="font-size: 13px"><br />
</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2010/01/08/klarifikasi-uas-dwdm/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>50</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menggunakan Emoticon Plurk tanpa peduli Karma</title>
		<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/12/21/menggunakan-emoticon-plurk-tanpa-peduli-karma/</link>
		<comments>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/12/21/menggunakan-emoticon-plurk-tanpa-peduli-karma/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 02:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninankara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[emoticon]]></category>
		<category><![CDATA[karma]]></category>
		<category><![CDATA[plurk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninankara.blog.ugm.ac.id/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[pada tau situs jejaring sosial Plurk kan?!
nah Plurk itu identik bgt sama yg namanya karma..nah kenapa? karena kita mengejar emoticon tertentu&#8230;nnnaaaah&#8230;ternyata usut punya usut, ada cara kita bisa menggunakan keseluruhan emoticon tersebut tanpa karma tersebut..
yaitu dengan add-on firefox, yaitu greasemonkey&#8230;
kita bisa menginstal semua emo dengan javascript yang udah disediakan..
coba pergi ke link ini&#8230;disitu sudah tersedia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>pada tau situs jejaring sosial Plurk kan?!</p>
<p>nah Plurk itu identik bgt sama yg namanya karma..nah kenapa? karena kita mengejar emoticon tertentu&#8230;nnnaaaah&#8230;ternyata usut punya usut, ada cara kita bisa menggunakan keseluruhan emoticon tersebut tanpa karma tersebut..</p>
<p>yaitu dengan add-on firefox, yaitu greasemonkey&#8230;</p>
<p>kita bisa menginstal semua emo dengan javascript yang udah disediakan..</p>
<p>coba pergi ke link<a href="http://www.artharry.com/blog/menggunakan-semua-emoticon-plurk-tanpa-karma.html"> ini</a>&#8230;disitu sudah tersedia tab-tab yang bisa diinstal.</p>
<p>selamat menikmati..</p>
<p>tapi sesuatu yg didapatkan dengan mudah tidak akan bertahan lama <img src='http://ninankara.blog.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>berusahalah sekuat tenaga untuk memperoleh sesuatu tersebut&#8230;hehe (tumben kata2nya bener nan)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/12/21/menggunakan-emoticon-plurk-tanpa-peduli-karma/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog saya ko banyak SPAMnya&#8230;T_T</title>
		<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/12/21/blog-saya-ko-banyak-spamnya-t_t/</link>
		<comments>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/12/21/blog-saya-ko-banyak-spamnya-t_t/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 01:59:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninankara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Celoteh Anak]]></category>
		<category><![CDATA[akismet]]></category>
		<category><![CDATA[spam blocker]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninankara.blog.ugm.ac.id/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[hadeuh..apa sih salah saya..T_T
ko blogku ini dipenuhi spam2 tak bertanggungjawab&#8230; mana isinya tak bermutu pula..
tapi hobi saya adalah membiarkan apa yg sudah ada..hehe jadi saya biarkan saya spam itu menjadi koleksi saya..hehehe
setelah saya berkoar-koar ga jelas di lab IF JTE UGM..akhirnya dapat solusinya juga, yaitu&#8230;
Akismet..
keterangan lebih lanjut dan tempat downloadnya bisa diunduh disini
semoga bermanfaat  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>hadeuh..apa sih salah saya..T_T</p>
<p>ko blogku ini dipenuhi spam2 tak bertanggungjawab&#8230; mana isinya tak bermutu pula..</p>
<p>tapi hobi saya adalah membiarkan apa yg sudah ada..hehe jadi saya biarkan saya spam itu menjadi koleksi saya..hehehe</p>
<p>setelah saya berkoar-koar ga jelas di lab IF JTE UGM..akhirnya dapat solusinya juga, yaitu&#8230;</p>
<p><strong>Akismet..</strong></p>
<p>keterangan lebih lanjut dan tempat downloadnya bisa diunduh <a href="http://akismet.com/download/">disini</a></p>
<p>semoga bermanfaat <img src='http://ninankara.blog.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/12/21/blog-saya-ko-banyak-spamnya-t_t/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Prita Korban Percobaan UU ITE</title>
		<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/12/21/prita-korban-percobaan-uu-ite/</link>
		<comments>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/12/21/prita-korban-percobaan-uu-ite/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 01:46:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninankara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Data Mining & Data Warehousing]]></category>
		<category><![CDATA[omni]]></category>
		<category><![CDATA[prita]]></category>
		<category><![CDATA[uu ite]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninankara.blog.ugm.ac.id/?p=80</guid>
		<description><![CDATA[sebenarnya pada awalnya saya tidak terlalu &#8220;ngeh&#8221; terhadap kasus prita ini, hanya cukup tahu saja sudah puas lah. Ternyata setelah saya membaca email asli beserta UU ITE yang kononnya belum sempat disahkan pada bu Prita terkena kasus itu, tergerak hati saya untuk menulis artikel ini. Pada artikel ini, saya akan memaparkan pendapat/ analisa saya terhadap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya pada awalnya saya tidak terlalu &#8220;ngeh&#8221; terhadap kasus prita ini, hanya cukup tahu saja sudah puas lah. Ternyata setelah saya membaca email asli beserta UU ITE yang kononnya belum sempat disahkan pada bu Prita terkena kasus itu, tergerak hati saya untuk menulis artikel ini. Pada artikel ini, saya akan memaparkan pendapat/ analisa saya terhadap kasus ini, perlu diketahui pula, saat menulis tulisan ini saya belum pernah membaca pendapat orang lain yang sudah banyak beredar di Internet, jadi tulisan ini murni pendapat saya.</p>
<p>Email asli dari Prita bisa dibaca <a title="email prita" href="http://anzopar.blogspot.com/2009/06/email-asli-ibu-prita-mulyasari.html">disini </a></p>
<p>Setelah saya membaca setiap pasal pada UU ITE, wajar saja pihak RS Omni tersebut menggugat Prita. Saya telah mengumpulkan pasal-pasal yang memang benar sangat memberatkan Prita dalam hal ini, antara lain:</p>
<p><strong><em>pasal 26 ayat 2</em></strong></p>
<p>Setiap Orang yang dilanggar haknya sebagaimana dimaksud pada ayat 1 dapat mengajukan gugatan<br />
atas kerugian yang ditimbulkan berdasarkan Undang‐Undang ini.</p>
<p><em><strong>pasal 27 ayat 3</strong></em><br />
Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau<br />
membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan<br />
penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.</p>
<p><em><strong>pasal 38 ayat 2</strong></em><br />
Masyarakat dapat mengajukan gugatan secara perwakilan terhadap pihak yang menyelenggarakan<br />
Sistem Elektronik dan/atau menggunakan Teknologi Informasi yang berakibat merugikan masyarakat,<br />
sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang‐undangan.</p>
<p>dan dalam menyampaikan suatu pendapat harus beretikat baik.</p>
<p>Pihak Omni menuntut Prita karena merasa nama baiknya dicemarkan, maka jika pihak Omni membawa UU ITE ini kepermukaan sudah jelas siapa yang menang (lihat pasal diatas).<br />
Tapi saya tidak mendukung Pihak Omni, berdasarkan cerita Prita yang dia tuangkan pada email tersebut, memang Prita sudah dirugikan juga oleh Omni. Masalahnya disini adalah yang dirugikan sudah bukan materi, tapi nyawa seseorang. Wajar jika prita &#8216;complaint&#8217; kepada pihak yang seharusnya. Prita pun hanya ingin menuangkan apa yang ia rasakan agar tidak merugikan masyarakat. terkait pasal yang ada di UU ITE, yaitu pasal 38 ayat 2, situ dikatakan jika masyarakat umum merasa dirugikan, dirinya pun bisa menggugat agar tidak ada lagi yang dirugikan. Menurut saya, inilah yang sedang dilakukan Prita.<br />
Selain itu, seharusnya RS sekelas Omni harusnya lebih profesional dan &#8216;gentle&#8217; dalam menghadapi masalah ini. Seharusnya mereka bisa meminta maaf dengan baik dan mengganti kerugian yang mereka timbulkan.</p>
<p>Dan yang janggal disini adalah UU ITE tersebut masih rancangan disaat Prita digugat. Bagaimana bisa sebuah Rancangan UU bisa menggugat seseorang yang juga dirugikan.</p>
<p>Kalau tidak salah, pernah suatu saat pihak Prita sempat memenangkan kasus, namun karena ada hal lain, Prita kembali dipersalahkan. Mungkin teringat kembali analogi &#8216;cicak&#8217; dan &#8216;buaya&#8217;. Jika kedua hewan tersebut dipertandingkan, tentu saja buaya akan menang.</p>
<p>Namun jangan lupa juga bahwa diawal-awal UU ITE ini disampaikan bahwa hal yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik diperbolehkan.</p>
<p>Mohon maaf jika ada tulisan yang kurang berkenan, artikel ini murni pendapat saya..</p>
<p><strong>Efek setelah membaca UU ITE</strong></p>
<p>hah..entah kenapa setelah membaca UU ITE tersebut, saya jadi agak takut untuk menulis sesuatu, atau pun berkomentar atas suatu berita..bisa2 saya terkena masalah juga karena terlalu senang beranalisis..hehe.. apakah kebebasan kita untuk berekspresi benar2 akan hilang?<br />
kata2 diatas mengingatkan saya akan kasus baru yang menimpa Luna Maya akhir2 ini. Karena terlalu &#8216;kreatif&#8217; dalam berekspresi, Luna Maya pun tersandung kasus dengan media..</p>
<p>apa yang harus dibenahi sebenarnya? Kita atau Undang-Undang tersebut? saya masih belum bisa menjawab&#8230;hehe</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/12/21/prita-korban-percobaan-uu-ite/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cara me-notifikasi yang user-friendly</title>
		<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/11/21/cara-me-notifikasi-yang-user-friendly/</link>
		<comments>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/11/21/cara-me-notifikasi-yang-user-friendly/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 10:53:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninankara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Data Mining & Data Warehousing]]></category>
		<category><![CDATA[notifikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninankara.blog.ugm.ac.id/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Sebenernya ini merupakan lanjutan dari blog sebelumnya. Masalah yang muncul pada kontak UGM selanjutnya adalah&#8230;.
&#8220;gimana caranya kita tau klo ada komentar baru pada thread kita?&#8221;
caranya adalah dengan notifikasi, naaah, ini ni yg bakal kita bahas, yaitu teknik notifikasi yang pas dan ciamik yg berfungsi untuk memberitahu member klo ada komentar baru yg nongol..  Dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenernya ini merupakan lanjutan dari blog <a title="blog metode komentar" href="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/11/21/menyiasati-thread-yang-komentarnya-segambreng/">sebelumnya</a>. Masalah yang muncul pada kontak UGM selanjutnya adalah&#8230;.</p>
<p>&#8220;<strong><em>gimana caranya kita tau klo ada komentar baru pada thread kita?</em></strong>&#8221;</p>
<p>caranya adalah dengan notifikasi, naaah, ini ni yg bakal kita bahas, yaitu teknik notifikasi yang pas dan ciamik yg berfungsi untuk memberitahu member klo ada komentar baru yg nongol..  Dari beberapa pencarian yg telah ku lakukan bertahun-tahun&#8230;*lebay mode on*&#8230;saya menemukan beberapa teknik notifikasi yang sering dipake beberapa website..</p>
<p><strong>1.Notifikasi ala Kontak UGM</strong></p>
<div id="attachment_67" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/11/kontak.png"><img class="size-medium wp-image-67" src="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/11/kontak-300x225.png" alt="kontak ugm" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">kontak ugm</p></div>
<p>Jadi setiap buka kontak, akan ada tulisan &#8216;new&#8217; warna merah, itu artinya kita harus baca thread itu, klo udah dibaca ntar bisa ilang</p>
<p><strong>2.Notifikasi ala Forum (Kaskus, Kafegaul dkk)</strong></p>
<div id="attachment_71" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/11/kg.png"><img class="size-medium wp-image-71" src="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/11/kg-300x225.png" alt="Kafegaul.com" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Kafegaul.com</p></div>
<p>klo belum dibaca, judul forum akan bercetak tebal, dan klo udah dibaca jadi ga bold lagi.</p>
<p><strong>3.Notifikasi ala Forum T.Elektro UGM</strong></p>
<div id="attachment_72" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/11/elektro.png"><img class="size-medium wp-image-72" src="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/11/elektro-300x225.png" alt="Forum T.Elektro UGM" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Forum T.Elektro UGM</p></div>
<p>Disebelah kiri judul forum, ada semacam icon bentuknya lingkaran, klo ada komen baru biasanya akan bergerak gambar yg didalam icon itu, jadi ada animasinya</p>
<p><strong>4.Notifikasi ala Facebook</strong></p>
<div id="attachment_74" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/11/fb.png"><img class="size-medium wp-image-74" src="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/11/fb-300x225.png" alt="Facebook.com" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Facebook.com</p></div>
<p>Klo di facebook ada notifikasi kecil dipojok kanan bawah, menunjukkan aktivitas apa saja yang belum kita tengok..ada angkanya yg menunjukkan aktivitas yang terlewatkan tersebut.</p>
<p><strong>5.Notifikasi ala Plurk</strong></p>
<div id="attachment_76" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/11/plurk.png"><img class="size-medium wp-image-76" src="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/11/plurk-300x225.png" alt="plurk.com/ninan" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">plurk.com/ninan</p></div>
<p><strong>6.Notifikasi via email</strong></p>
<p>Nah ini juga sering dipake banyak forum, klo ada apa2, mesti di email..ini nih yg bikin inbox kita penuh&#8230;argh</p>
<p>btw, klo ternyata ada teknik lainnya tolong di share yak..ehehehe</p>
<p>Nah, dari teknik2 diatas, kira2 mana yaa yg paling unik..hmm</p>
<p><strong>Yang paling friendly&#8230;</strong></p>
<p>saya lebih senang cara notifikasi Forum Kontak, Forum Elektro sama Plurk..kenapaa??</p>
<p>karena lebih lucu dan unik..hehe selain itu kita langsung ngeh ada yg berbeda dari page halaman web masing2 tersebut&#8230; tanpa masuk ke halaman thread, kita udah tau klo ada komen baru..lebih user friendly kaaan..:-)</p>
<p>coba klo via email, inbox jadi penuh dgn hal2 tak penting. Kalo Facebook, klo ga salah ada maximal notifikasi yang bisa ditampung, yaitu 99, klo lebih dr itu, akan ada yg terlewatkan, trus semua notifikasi dicampur jadi satu.</p>
<p>Sedangkan ala kaskus, ga terlalu mencolok perbedaannya, bahkan pertama kali buka, saya ga ngeh klo itu maksudnya belum dibaca..hahaha</p>
<p>Jadi, ala Plurk,kontak dan forum TE lebih jelas..</p>
<p>sekian pembahasan tentang teknik notifikasi, mohon sarannya <img src='http://ninankara.blog.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/11/21/cara-me-notifikasi-yang-user-friendly/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3939</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menyiasati Thread yang Komentarnya Segambreng&#8230;</title>
		<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/11/21/menyiasati-thread-yang-komentarnya-segambreng/</link>
		<comments>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/11/21/menyiasati-thread-yang-komentarnya-segambreng/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Nov 2009 09:39:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninankara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Data Mining & Data Warehousing]]></category>
		<category><![CDATA[metode komen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninankara.blog.ugm.ac.id/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[Pernah dengar Kaskus? Facebook? Blog? Pernaaaahh..Nah klo Kontak??? ngggg..hehe
seperti postingan blog saya sebelumnya, kontak itu forumnya anak2 UGM gitu lah..dalam kesempatan kali ini, saya akan meneruskan permasalahan kedua yang dihadapi oleh kontak ugm.
Masalah yang muncul adalah beberapa dari kami berpikir bahwa posisi penempatan komentar pada setiap thread yang diposting oleh member tidak friendly, coba bayangkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah dengar Kaskus? Facebook? Blog? Pernaaaahh..Nah klo Kontak??? ngggg..hehe<br />
seperti postingan blog saya sebelumnya, kontak itu forumnya anak2 UGM gitu lah..dalam kesempatan kali ini, saya akan meneruskan permasalahan kedua yang dihadapi oleh kontak ugm.</p>
<p>Masalah yang muncul adalah beberapa dari kami berpikir bahwa posisi penempatan komentar pada setiap thread yang diposting oleh member tidak <em>friendly</em>, coba bayangkan posisinya terbalik, jadi secara logika sudah terbalik-balik T_T. Komentar terbaru diletakkan dipaling atas, dan komentar yg sudah lama akan berada dibawah.<br />
Nah, gara2 itu, hal ini jadi masalah, maka disini saya akan memaparkan pendapat saya mengenai posisi atau metode yang paling tepat dan friendly untuk pembaca, serta mendukung koneksi internet yang sering kita hadapi saat ini.</p>
<p>Mari kita analisis dari koneksi internetnya dulu, lalu baru menuju solusi versi ninan <img src='http://ninankara.blog.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p><strong>Kondisi Koneksi Internet</strong><br />
hmm, sebenernya saya sering ngenet di elektro, dan lumayan cepet sih, jadi ga terlalu masalah..hehe tapi bahas yang umum aja deh.. selain via leptop, saya sering sekali memanfaatkan mobile phone dan ngenet via GPRS/ 3G&#8230;jadi kebayang lah gimana lemotnya klo lagi lemot2nya, kebayang juga klo ditengah2 suka putus T_T, alhasil mesti di reload, apalagi rumah saya di gunung..hikz<br />
Jadi diambil kesimpulan, koneksi pedat pedot..okok</p>
<p><strong>Metode peletakkan komentar</strong><br />
Dari hasil observasi *sangat* singkat, ada 4 metode yang sering dipake, berkaca pada situs2 social networking atau forum2 tertentu, jenis2 metode itu adalah:<br />
<strong>1.Metode ala Blog</strong><br />
Coba cek blogmu, setiap kita komen di postingan berita mesti letaknya sekuensial, berdasarkan waktu, yang komen pertama ada di paling atas, lalu kebawah, yang terbawah adalah yang paling baru. Jadi klo mau baca bisa enak..dan semua komennya berada di satu halaman</p>
<p><strong>2.Metode ala Forum</strong><br />
Sekarang lari ke Kaskus atau forum lainnya, komentarnya di minimize per halaman, misal 30 komentar dalam 1 page, jadi akan banyak page-page yang dihasilkan, tapi urutan komennya ttp sekuensial berdasarkan waktu. Halaman terakhir paling bawah adalah komentar terbarunya</p>
<p><strong>3.Metode ala Kontak atau Twitter</strong><br />
Nah ini ni&#8230; komentarnya kayak blog, cuma dibalik orientasinya, yang paling baru ada diatas.</p>
<p><strong>4.Metode ala Facebook</strong><br />
Versi Facebook adalah seperti blog, hanya saja jika sudah melebihi batas komentar dalam satu halaman, maka komentar tersebut akan di bungkus/ minimize. Yang diperlihatkan hanya 2 komentar yang terbaru.</p>
<p><strong>Solusi versi Ninan</strong><br />
Sebenernya setiap metode ada kelebihan dan kelemahannya. Misal kontak, kelebihannya kita ga perlu scrolling halaman untuk baca komentar terbaru. Nah, sekarang kondisi dan situasinya adalah koneksi internet yang kita sering hadapi saat ini.<br />
Anggaplah saya sering akses kontak ugm pk mobile, nnnnaah&#8230;<br />
koneksinya GPRS, trus pedat pedot&#8230;</p>
<p>Menurut saya, metode yang paling enak berarti ala facebook&#8230;Alasannya<br />
<strong>1.Tidak berat pas loading komentar</strong><br />
Kan kasian klo koneksi GPRS tapi harus buka komen yang segambreng gitu..ckckck trus klo putus ditengah, malah ga sempurna loading page-nya. jadi klo udah di minimize, jadi lebih ringkes</p>
<p><strong>2.Logika membaca tidak terbalik-balik</strong><br />
penempatan komentar sesuai dengan waktu munculnya komentar, tetap sekuensial gitu, jadi kita bacanya enak, dari atas ke bawah</p>
<p><strong>3.Mudah diikuti komentarnya</strong><br />
Klo kita buka untuk yang kedua kalinya, pastinya ada komentar baru, nah, kita tinggal baca tuh yang baru, ga perlu liat lagi yg udah lama2..klo merasa ga konek sama ceritanya, tinggal di klik aja historynya&#8230;beres kan</p>
<p>Kesimpulannya saya lebih suka metode ala Facebook&#8230;<br />
mungkin gitu dulu aja deh, untuk masalah selanjutnya tunggu di blog saya berikutnya yaa&#8230;<br />
 <img src='http://ninankara.blog.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/11/21/menyiasati-thread-yang-komentarnya-segambreng/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1003</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>username PLO antara jabatan atau nama?</title>
		<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/11/15/username-plo-antara-jabatan-atau-nama/</link>
		<comments>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/11/15/username-plo-antara-jabatan-atau-nama/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Nov 2009 03:57:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninankara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Data Mining & Data Warehousing]]></category>
		<category><![CDATA[PLO]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninankara.blog.ugm.ac.id/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Sebelum menuju ke topik utama, ada baiknya saya jelaskan dulu apa itu PLO, mungkin banyak pembaca yang bukan dari UGM  
PLO merupakan singkatan dari PaperLess Office, beralamat di kontak.ugm.ac.id. Kita bisa mengaksesnya dengan ID email UGM kita yang sudah kita registrasi ke PPTIK UGM.
Asal mula dibuatnya PLO
menurut diskusi kuliah dengan pencetus PLO, saya menangkap [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebelum menuju ke topik utama, ada baiknya saya jelaskan dulu apa itu PLO, mungkin banyak pembaca yang bukan dari UGM <img src='http://ninankara.blog.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>PLO merupakan singkatan dari PaperLess Office, beralamat di kontak.ugm.ac.id. Kita bisa mengaksesnya dengan ID email UGM kita yang sudah kita registrasi ke PPTIK UGM.</p>
<p><strong>Asal mula dibuatnya PLO</strong><br />
menurut diskusi kuliah dengan pencetus PLO, saya menangkap bahwa PLO ini dibuat untuk membuat suatu mekanisme yang biasa terjadi dikantor secara manual, dengan kertas bertebaran dimana-mana, menjadi digital, tanpa kertas, makanya disebutlah paperless office.<br />
saya rasa ini ide brilian untuk menekan penggunaan kertas, yaitu dengan memanfaatkan teknologi ini. namun, disinyalir aplikasi ini masih beta a.k.a belum sempurna, masih banyak masalahnya. Nah, yang akan saya bahas ini merupakan usul saya untuk menangani masalah ini, yaitu urusan username PLO itu sendiri.</p>
<p><strong>Masalah Username</strong><br />
saat diskusi beberapa waktu lalu, muncullah sebuah masalah, yaitu username. Masalahnya yaitu,<br />
<em><strong>&#8220;username PLO sebaiknya menggunakan nama masing2 pengguna atau jabatan pengguna?&#8221;<br />
</strong></em></p>
<p>Pendapat saya,lebih baik jika username yang dipakai adalah nama kita masing-masing dan menambahkan field jabatan pada profil pengguna. alasannya adalah</p>
<p><strong>1.Jika memakai nama jabatan, jabatan setiap orang kan berubah-ubah seiring berjalannya waktu</strong><br />
coba bayangkan jika saat ini saya memakai username staff lalu ternyata besok saya sudah menjadi manajer, lhaaa berarti saya harus ganti username kan, lalu apa yang terjadi dengan manajer yang lama, berarti kita akan punya username yang sama</p>
<p><strong>2.History forum tetap terjaga</strong><br />
misalkan saya sudah menjadi anggota PLO selama 1 tahun, lalu tiba2 saya harus berganti username gara2 naik jabatan, maka apa yang sudah saya lakukan selama 1 tahun akan hilang begitu saja, karena setahu saya, mengganti username itu harus buat baru lagi.</p>
<p><strong>3.Membingungkan pembaca</strong><br />
Pembaca akan bingung jika kita sering gonta ganti username, ketika menulis surat, akan semakin bingung lagi T_T</p>
<p><strong>4.Jabatan lebih baik dimasukkan ke profil pengguna saja</strong><br />
jadi jika jabatan berganti-ganti tidak akan berpengaruh. Jika mencari atau memfilter struktur jabatan, tinggal diolah saja kolom jabatan pada database.</p>
<p><strong>5.Lebih keren aja B-)</strong><br />
haha..yang ini agak sedikit anak muda alasannya..menurut saya akan lebih keren kalo usernamenya nama timbang jabatan..males aja klo login pk nama &#8220;kepala&#8221; yang maksudnya bos, mending pake ninan_kara..nah secara orang2 juga lebih kenal dengan nama itu timbang jabatan, sehingga dalam merespon satu sama lain akan lebih nyaman <img src='http://ninankara.blog.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':-D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sekian, beberapa alasan saya tentang masalah username PLO ini, terima kasih telah membacanya juga. Saran dan kritiknya ditunggu yaaa&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/11/15/username-plo-antara-jabatan-atau-nama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Google Building Maker</title>
		<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/10/19/google-building-maker/</link>
		<comments>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/10/19/google-building-maker/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Oct 2009 07:51:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninankara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[3d]]></category>
		<category><![CDATA[building maker]]></category>
		<category><![CDATA[google]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninankara.blog.ugm.ac.id/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[wah wah, ternyata Google ga berhenti membuat penontonnya berdecak kagum  
Ada teknologi baru lagi, namanya Google Building Maker, kita dimungkinkan untuk membuat/ membangun gedung 3D pada google earth..
tapi klo mau nyoba kita harus punya google earth beserta plug-in-nya.. dan terinstall di komputer kita..

coba disini	
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>wah wah, ternyata Google ga berhenti membuat penontonnya berdecak kagum <img src='http://ninankara.blog.ugm.ac.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ada teknologi baru lagi, namanya Google Building Maker, kita dimungkinkan untuk membuat/ membangun gedung 3D pada google earth..</p>
<p>tapi klo mau nyoba kita harus punya google earth beserta plug-in-nya.. dan terinstall di komputer kita..</p>
<p><a href="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/10/buildmaker.jpg"><img src="http://ninankara.blog.ugm.ac.id/files/2009/10/buildmaker-150x150.jpg" alt="Google Building Maker" width="150" height="150" class="aligncenter size-thumbnail wp-image-53" /></a></p>
<p>coba <a title="Google Building Maker" href="http://sketchup.google.com/3dwh/buildingmaker.html">disini</a>	</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/10/19/google-building-maker/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Install Daemon Tool di Windows 7</title>
		<link>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/10/15/install-daemon-tool-di-windows-7/</link>
		<comments>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/10/15/install-daemon-tool-di-windows-7/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 04:35:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>ninankara</dc:creator>
				<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[daemon]]></category>
		<category><![CDATA[sptd]]></category>
		<category><![CDATA[windows 7]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ninankara.blog.ugm.ac.id/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Bagi para fans file berekstensi .iso dan sebelumnya memakai OS windows XP atau Vista dan sekarang sedang beralih atau hijrah ke Windows 7 mungkin agak bermasalah untuk menginstall beberapa program dalam hal ini Daemon Tool karena tidak kompatibel&#8230;
Nah, sekarang ada hal itu sudah bisa diatasi,
sebenarnya Daemon Tool sudah mendukung OS ini namun bertipe Pro, yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bagi para fans file berekstensi .iso dan sebelumnya memakai OS windows XP atau Vista dan sekarang sedang beralih atau hijrah ke Windows 7 mungkin agak bermasalah untuk menginstall beberapa program dalam hal ini Daemon Tool karena tidak kompatibel&#8230;</p>
<p>Nah, sekarang ada hal itu sudah bisa diatasi,</p>
<p>sebenarnya Daemon Tool sudah mendukung OS ini namun bertipe Pro, yang berarti harus membelinya terlebih dahulu. Padahal biasanya kita memakai versi gratisnya yang biasa disebut Daemon Tool Lite. Hanya saja saat instalasi agak sedikit bermasalah.</p>
<p>Langkah-langkah penginstalan Daemon Tool Lite 4.30.4:</p>
<ol>
<li>Download installer Daemon Tool Lite 4.30.4</li>
<li>Download installer SPTD 1.60 <a title="SPTD 1.60" href="http://www.duplexsecure.com/downloads">disini</a></li>
<li>Install SPTDnya terlebih dahulu baru instal Daemonnya</li>
<li>Ikuti saja petunjuk penginstalannya, di run saja</li>
<li>Daemon Tool siap digunakan</li>
</ol>
<p>SPTD (SCSI Pass Through Direct) adalah produk dari Duplex Secure Ltd. Yaitu suatu metode untuk mengakses storage device (media penyimpanan). SPTD layer inilah yang akan membuat daemon tool ini menjadi kompatibel.</p>
<p>Untuk keterangan lebih jelas mengenai apa itu SPTD, pergi aja ke <a href="http://www.duplexsecure.com/faq/">sini</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ninankara.blog.ugm.ac.id/2009/10/15/install-daemon-tool-di-windows-7/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>21</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
